Tinta



Tinta...
Cairan kental kimia, yang meresap erat
Berwarna pekat, dalam balpoint dengan ujung yang tersekat
Kamu hanyalah sebagai zat cair, yang mengikuti bentuk wadahnya
Misalkan dalam pipa kapiler pulpen yang sempit
Membuatmu terhimpit terdaya oleh udara

Tinta...
Karyamu sesuai dengan mereka yang menggenggammu
Ada kalanya selembar kertas putih
Tercoret abstrak oleh goresan asal yang pipih
Tapi, ada saatnya menjadi lukisan indah proyeksi semesta nan rapih
Melengkapi tawa gembira di baju-baju putih
Setelah lewati ujian kelulusan yang buat letih
Mewarnai setiap lemper, kertas HVS yang keluar dari printer
Mendatangkan haru, saat terlihat tinta di atas materai
Dengan harapan semoga di masa depan tidak tercerai

Namun boleh pula membawa petaka
Saat keluar dari tubuh Gurita, pedih bila ia terkena mata
Saat macet di tengah ujian skripsi
Mengungkap gundah emosi yang sulit dideskripsi
Saat tertumpah mengenai lantai
Saat pewarna makanan mahal, tinta pun dipakai
Hingga bisa timbulkan bekas membiru
Saat di jari kelingking tanda ikut pemilu

Meski begitu, tinta selalu andil
Mewarnai setiap hari hari kita...
Biarlah tinta yang sudah terbubuh jangan sampai luntur..
Tinta, bertanggungjawablah
Atas coretan itu..
Sebab, kertas dulunya kosong..
Kini telah tertulis namanya..

Nyarumkop, Desember 2013
Seltinus Julio

0 komentar: