Realita akhir bulan versi anak kampus


Terinspirasi sama dp bbm temen ane ni sahabat nyompu, pada post kali ini ane coba sedikit berbagi bagaimana “Realita akhir bulan versi anak kampus.”

Sebagai mahasiswa, menghadapi akhir bulan bukanlah perkara yang mudah apalagi untuk mahasiswa yang lagi jomblo (haha maaf kalo menyinggung) yang pada akhir bulan harus gegana (gelisah galau merana) meratapi nasib bahwa bukan hanya hatinya yang kosong, tetapi juga dompetnya yang bolong. Kenyataan ini memaksa para mahasiswa untuk memutar otak agar dompetnya tetap terisi lembar rupiah. Ya, walau nggak harus lembar soekarno-hata ataupun Gusti Ngurah Ray. Toh bagi para mahasiswa, dengan lembar Pattimura pun mereka harus tetap bisa bertahan hidup paling tidak sampai awal bulan terbit sembari berharap akhir bulan cepat terbenam.
Realita ini menjadikan mahasiswa berpikir aktif dan kreatif. Mengapa begitu ? Ya, demi menyambung hidup mereka harus memutar otak dan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Pola hidup serba instan dan glamor seperti pada awal bulan pun harus ditinggalkan. Tanpa disadari pola hidup instan dan glamor lah yang telah mengoyak lembar-lembar berharga mereka.
Banyak hal yang bisa dilakukan para mahasiswa untuk dapat bertahan hidup di akhir bulan yang seperti mencekik leher. Berikut beberapa cara yang telah nyompu rangkum.
Berhemat
Cara ini adalah cara yang paling sederhana dan pasaran. Dengan berhemat, jelas pengeluaran juga berkurang.
Minjam duit sama teman
Haha, cara ini emang udah sering dijalanin. Tapi cara ini juga punya keunggulan yaitu menumbuhkembangkan rasa solidaritas diantara sesama.
Bekerja
Jadwal kuliah itu nggak mungkin 24 jam full. Jika ada waktu, cobalah untuk mencari pekerjaan sampingan yang bisa loe lakuin dan tentunya nggak mengganggu kuliah.
Berdoa
Tuhan Maha Murah dan Pemberi. Semua agama pasti mengajarkan itu. Berdoa dan mintalah kepada Yang Maha Kuasa sebab segala sesuatu berasal dari pada-Nya.

______________________________________________________________________________
*Terima kasih kepada Miga Alysia yang telah menginspirasi penulis dalam pembuatan artikel ini.