Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Cerpen: Kala Kerja


Cahaya matahari yang menyinari taman sebelah pastoran itu sudah nyaris kemerahan, artinya sebentar lagi matahari berpendar meninggalkan takhtanya.
Satu hal yang aku rasakan sekarang, “Gua pusing beb..!!” gugamku kepada Vian, rekan kerjaku sebagai sekretaris asrama seminari yang tak lama lagi jabatan kami ini segera diambil alih oleh adik kelas kami kelas Syntaxis.
“heh, ga usah panggil gua pake beb kalii, jijik gua.., maho lu..” jawabnya dengan ekspresi dibuat-buat
“halaah, pake jijik segala, udah biasa kali..” -_-
Aku berdiri, mengambil tumpukan kertas kosong yang sekarang sudah tercetak ribuan huruf di atas permukaannya.
“sisa empat paket lagi nih..” laporku kepada kolegaku itu.
“oke, oke... huahhmm.., kita tadi ngerjain ini dari jam berapa ya bos?, udah sore banget ni”
“ga tau ah, pokoknya dari setelah makan siang tadi” jawabku seadanya.
“emang sialan itu Baden, laptop pake dibawa ke Sanggau Ledo segala lagi, mana data disitu semua.., ini kan ngerjain kita namanya sob, ini juga proposal udah mau diserahin ke anak-anak syntaxis besok pagi nih..” curhat Vian
- Kami sedang membuat Proposal untuk Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang akan digelar bulan september depan, proposal ini akan diedarkan oleh seminaris kelas syntaxis pada libur lebaran lusa harinya -
-kemarin saudara-saudara kami menampilkan atraksi Drum Band ke Sanggau Ledo, sebetulnya aku juga ikut dalam acara itu tapi kebetulan karena pekerjaan ini aku memutuskan tidak ikut dengan dalih sedang sakit kepada frater pembimbing ekskul itu.-
“iya sob, ini ngeprint aja belom rampung, belom dijilid, belom di tanda-tangan, belom di cap pula.., kok kita dapet kerjaan yang kaya gini ya?, untung gua orangnya tanggung jawab sob, kalo kagak... behh, udah pasti bubar semua” jawabku memanas-manasi Vian
Demikianlah obrolah kami, tak lain tak bukan didominasi narasi-narasi sedih seakan-akan kami terjebak dalam suatu perbudakan kerja paksa romusha berisi rasa penerimaan nasib atas pekerjaan mendadak yang tak kunjung kelar ini. Pekerjaan pun berlanjut diiringi lagu-lagu MLTR dari speaker laptop milik Rendi, wakil ketua OSIS yang kami pinjam untuk mengerjakan pelbagai tugas asrama yang notabene jauh lebih banyak dari pekerjaan di OSIS.
“gua jadi ingat sesuatu sob..”
“apaan..?”
“pacar gua pernah nanya..”
“nanya apaan?”
“sampe tiga kali malah”
“iya.. nanya apaannn...?!!!” dia mulai lapar.
“kamu ini sekolah apa kerja sih?, tiap ditanya ada aja kerjanya, mau buat ini lah.. selesaikan ini lah.. ada aja alasan buat nggak hubungi aku” ujarku mengikuti kata-kata doi ditambah bumbu-bumbur dramatis ala sinetron indonesia
“ciahh, perhatian amat, terus lu jawab gimana?” dia mulai antusias
“ya gua jawab, nggak tau juga beb, dua-duanya kali, Cuma ane kerjanya kagak dibayar, gitu..”
“bener juga sob, gua aja prihatin ama lu, tiap ada acara ato event pasti lu disibuk’in ngurus proposal ama surat-surat, gua mah kebagian tugas bantu-bantu aja”.
Vian mendekat sambil membawa segelas es tahu yang disediakan kakak pastoran beberapa jam yang lalu, jadi sekarang itu es tahu sudah bercampur dengan es batu dan berkurang dinginnya.
“makasih beb, perhatian banget lu ama gua” seruku dengan pedenya.
“enak aja, ambil sendiri dong” jawabnya dengan teganya.
Akupun beranjak dari kursi itu dan mengisi penuh gelas dengan es tahu buatan kakak dapur pastoran yang imut itu. Ehh..
“ini setelah terprint semua kita balik dulu yah, gua gerah banget ni, ngantuk pula.. capek sampe sekarang, - melihat jam dinding sejenak- udah jam lima kita baru selesai segini, biar nanti malam jam 7 kita lanjutin lagi, sekalian bawa siapa kek gitu buat bantuin kita”. Instruksiku pada Vian
“siapa juga yang mau lanjutin ini sekarang ?, ini staples ama penjilit ga ada pula, nanti pinjem aja siapa tau anak-anak ada yang punya, kita juga belom mandi kan?”. Dukung Vian secara tidak langsung.
Segera ku ambil tumpukan kertas terakhir untuk sore ini, dan menyusunnya di atas meja. Tak lupa mematikan komputer pastoran dan menutupnya dengan alas sesuai pesan kakak dapur pastoran ketika mengantar minuman tadi.
“yuk..” panggil Vian dari depan pintu samping pastoran
Akupun mulain berjalan mendekatinya sambil menenteng laptop beserta chargernya.
Kami berjalan berdua diiringi gonggongan anjing di depan gerbang seminari.
“buset ini binatang, kaya ga kenal ama tuannya aja..” umpat Vian pada anjing-anjing yang hendak menggigit celananya.
Aku hanya tersenyum, dalam hati aku teringat kata-kata pacarku tadi.
Aku ini sekolah atau kerja?, setiap minggu pasti aku disibukkan dengan pelbagai kerjaan, membuat daftar piket Opera Mini dan Opera Magna itu yang rutin, membuat Proposal beserta tetek bengeknya itu setiap ada acara, dan sederet hal lainnya yang bahkan aku sudah tak mampu mengingatnya.
Sampai akhirnya aku teringat akan tugas lain yang tak kalah pentingnya.
Jauh lebih ingat dibanding fakta bahwa lusa aku berulang tahun.
“Besok ada PR Fisika kan sob? Lu udah ngerjain..?” tanya Vian kepadaku.
“haahh..?”

Kompi Pastoran dan Sarang Penyamun

Nyarumkop, 26 Juli 2014 17:31 WIB

Cerpen: Where’s my life?

Where’s my life?
(oleh : Irma Ningsih)


        London, at 2 a.m

            Salju masih saja turun, butiran-butiran halus itu bergulir menerpa jendela kamarku. Secangkir teh sejak tadi hanya kupegang saja, mungkin bibirku hanya mengusap pinggiran gelas itu, tanpa menghirupnya.
Aku masih berpikir, tentang cerita seorang nenek yang kutemui ditaman tadi siang. Ia bilang, aku adalah putri dongeng dari negri ulvinbosh yang tersesat di bumi 5 tahun yang lalu. Ah, benarkah? Mungkin ia hanya berdongeng. Tapi aku tidak mengingatnya sedikitpun. Aku memang tidak yakin dengan diriku, begitu saja aku mendapatkan seorang ibu, beasiswa di grotesque music university, dan aku rasa itu adalah kehidupan baru. Mungkin tadinya aku hilang ingatan, atau apalah namanya.

***

5 tahun yang lalu, ketika Robert membawa Clara ke bumi, aku pikir semua akan baik-baik saja. Namun ketika badai salju menerpa mereka berdua, Rania, penyihir jahat dari negri ulvinbosh, menyerang mereka. Robert meninggal, dan Clara dibuatnya hilang ingatan. Untung saja mercy mendapatkannya di tengah gurun salju dan membawa mercy pulang kerumahnya. Mungkin akulah ibu yang bodoh, kenapa tidak aku saja yang menyelamatkan clara? Kekuatan jahat masih disekeliling clara, Mom bless you J ....

***

Ibuku bernama mercy, dia memang ibu yang baik. Tapi entah mengapa, ia selalu menyuruhku menggunakan gelang ini, gelang yang menurutku aneh.
“ibu, apa kau adalah orang tua kandungku?” tanyaku ketika kulihat ia telah duduk disampingku sambil membawa secangkir teh juga.
“kenapa kau bertanya demikian?” ia balik bertanya.
“aku selalu merasa tidak yakin dengan kehidupanku” jawabku
“sebaiknya kau tidur, sudah dini hari, dan besok kau kuliah bukan?” katanya setelah menghempaskan nafas panjangnya.

Aku hanya diam, mendengar ketukan irama dari langkah-langkahnya meninggalkan kamarku.

Teh di dalam gelas yang kupegang sudah dingin, aku meneguknya, meneguk dinginnya teh dan udara seperti dinginnya hatiku kini.

Grotesque music university

Disinilah aku_Clara Sybil Verga_ mendapatkan beasiswa, aku tidak mempunyai banyak teman, aku rasa Cuma seorang. Kami sama-sama penghuni perpustakaan_Rania Marsden_dia juga mendapatkan beasiswa di universitas ini.
Ibuku, mercy, adalah penjaga perpustakaan disini, tapi sepertinya ia tidak menyukai pertemanan kami. Aku rasa Rania baik, rania adalah gadis pendiam, bahkan hampir setiap kami berjumpa di perpustakaan, atau di taman, ia hanya mengatakan sebuah kalimat saja, dan hanya itu,
“apakah kau tidak risih memakai gelang itu?” sambil melihat gelang yang diberikan ibuku.
“ehm, kurasa iya, tapi ibuku akan kecewa bila ia tau aku tidak memakai gelang ini.” Jawabku.
Dan ia akan diam saja. Matanya bergerak kekanan dan kekiri melirik setiap baris kalimat pada buku dibawah kacamat tebalnya.

Siang ini aku tidak menemukan rania di perpustakaan maupun di taman, kemana dia?

***

Aku selalu khawatir, aku selalu ingin bertemu anakku, clara. Aku tau akan ada saatnya, kelak.
Kulihat rania masih saja mengganggu clara, semoga tidak terjadi apa-apa.

***

Hari ini aku bertemu seseorang, ia, dengan sengaja atau tidak, memotretku berkali-kali di taman_aku rasa, aku jatuh cinta padanya_dia bilang namanya simon, jujur aku katakan, aku terbuka saat bicara padanya.
Tapi kulihat rania datang menghampiriku, aku tidak tahu apa salahku, ia menarik tanganku seperti kerasukan.
“apa maksudmu?” tanyaku, tapi dia hanya menggeretakkan giginya.
Gelangku, dimana gelangku? Bukankah simon tadi melihat gelangku? Lalu bagaimana? Aku rasa ibu akan marah.

Rania semakin erat menggenggam tanganku;
Rania terus membawaku menjauh, urat nadiku semakin tercekik genggamannya.
“oh, sakit rania, rania, apa salahku?” tanyaku kesakitan
“hahahaha, Clara Sybil Verga, tuan putri dari negri ulvinbosh, putri Raja Robert dan Ratu Gissella, kau sungguh malang. Sepertinya kau tidak mempunyai kesalahan..” jawabnya.
Kini kudengar ia tak lagi ramah, suaranya lebih serak seperti penyihir jahat di film-film.
“lalu mengapa kau menarikku seperti ini? Kau bukanlah temanku!!” teriakku lebih kasar.
“ya, aku memang bukanlah temanmu, aku membenci orang tuamu, terutama ibumu!!” ia menghempaskan tanganku, tulangku serasa remuk, kini aku dan dia sudah sangat jauh dari kota, di sebuah tebing.
Ia membelakangiku, aku semakin mengerti semua. Ia berkata lagi,
“ibumu telah merebut robert dariku !!kau tau? Harusnya akulah Ratu yang bertahta di negri ulvinbosh..” kulihat ia menangis, tapi aku tau, tak sepatutnya aku ber-iba padanya kini.
“kenapa kau membawaku kemari?” tanyaku kemudian.
“tentu saja untuk membunuhmu, membalas dendamku.. hahaha” teriaknya.
“Clara.. gelangmu,” tampak simon melempar gelangku, dan aku menangkapnya.
“simon...” kataku,
“simon, hahaha, apa dayamu hai penyihir kecil? Oh, ingin menyelamatkan sang tuan putri tercintamu ini?” tawa rania semakin menggelegar.
Penyihir? Simon mencintaiku? Kami baru saja bertemu.

Rania dan simon kini dalam pergulatan sihir, sampai pada akhirnya simon jatuh. Ketika rania akan menyerangnya lagi, aku melempar gelangku pada rania,seketika iapun hancur.
“pulanglah, ibumu merindukanmu, clara.” Kata simon.
“bagaimana caranya?” tanyaku.
Simon menyuruhku memejamkan mata, sekian lama, dan ia menyuruhku membuka mata lagi. Kubuka mataku, dan kulihat negri indah dalam pijakanku, seorang wanita cantik memelukku,
“ibu merindukanmu, clara” katanya
“kaukah Ratu Gissella?” tanyaku
“ya, aku ibumu.”
“tapi aku juga menyayangi ibuku, mercy,” tatapku penuh kesedihan,pasti ia sedang mencariku kini.
“oh, putriku, lupakah kau pada mercy? Ibu pengasuhmu semnjak kecil?” katanya lagi.
“ibu asuhmu disini..” tiba-tiba kudengar suara mercy, ibuku.
“oh, ibu..” kataku memeluknya
“ya, ibu mercy sering membacakan dongeng ketika kita berbaring-baring dibawah pohon apel ketika kita kecil.” Kata simon kemudian.                                     Aku mencoba mengingat, dan kini aku ingat semua.

“Jadi, kaulah pangeramku, simon?” tanyaku.
“ya...” jawabnya tersenyum tersipu.

***
Mentari pagi menyilaukan rambutku, Where’s my life? Disinilah, di negri ulvinbosh, bersama dua orang ibu yang baik, seorang pangeran yang kusayangi, dan rakyat yang kucintai.

-- Tamat –

Cerita ini oleh : Irma Ningsih
Tidak diperkenankan memplagiat atau memperbanyak tanpa izin Irma Ningsih. J

Cerpen:The Rainbow


The Rainbow
(oleh : Irma Ningsih)

        Tempias hujan menerpaku,menusuk hati yang membeku....


Senja yang indah,pada saat rainbow menyilaukanmu.kau akan tertawa ketika kau mengingat dongeng rainbow yang pernah di  ceritakan ibumu....
            Ketika seorang anak kecil percaya pada ujung rainbow ia akan menemukan harta karun dan bidadari yang akan mengajaknya bermain....
            Ketika seorang pemuda yang mengimpikan ketujuh bidadari datang dengan selendang berbau melati yang akan ia curi sebelum ia mencuri hati sang bidadari saat bidadari tersebut mandi....
            Ketika seorang gadis berharap seorang pangeran datang membawanya pergi ke istana bermandikan warna pelangi....

            Aku bukanlah salah satunya..salah satu orang yang bermimpi tentang rainbow yang selalu datang ketika hujan reda....
Aku lebih menyukai hujan,ketika ia menerpaku,membasahi wajahku..saat tak ada seorang pun tau diantara air hujan itu,tersembunyi cairan hangat yang menetes berkejar-kejaran dengan air hujan yang membasahiku..
            Rainbow..
            Pelangi..pelangi..alangkah indahmu..
            Merah kuning hijau..dilangit yang biru..
            Pelukismu agung..siapa gerangan??
            Pelangi..pelangi..
            Ciptaan Tuhan......
Masih tesimpan jelas ketika ibumu mengajakmu bernyanyi saat rainbow datang menyerbu...
Namun,pernahkah kamu melihat bentuk pelangi??apa yang kamu ketahui tentang perasaan pelangi???lihatlah...betapa sedihnya pelangi,melihat langit bersedu-sedih..bibirnya melengkung ke atas..
Ia tidak dapat menangis...begitulah katanya...
            Kelvin selalu berkata padaku,”i never believe with u.. L ceritamu tidak masuk akal sister...”
            Aku hanya menjawab,“J...i can speak with rainbow..but u can’t...jadi,kamu tidak akan pernah mengerti ketika rainbow bercerita padaku...”
            Dia hanya akan cemberut dan masuk ke kamarnya dan berkata,”kakakku AUTIS...”

            Tapi pernahkah kau menguntai??bibir sang pelangi bergerak dan berkata “i’m so sad.. L”
            Dan aku akan menjawab,”why??”
Lalu pelangi tersebut berbisik lagi padaku..”aku takut..langit bergerak,awan luluh..mereka menangis..”
            “.... aku ingin menghibur mereka..tapi aku tidak bisa tersenyum..”sambungnya.
            “ J..kau tersenyum..aku akan memperlihatkan padamu..” jawabku. Aku lalu mengambil kamera dan mengambil potret dengan posisi terbalik..
            “lihat ini...” kataku senang,tapi..setiap saat aku ingin menunjukkan pada rainbow,bahwa ia tersenyum,ia menghilang..bibir berwarna itu sedikit-demi-sedikit kabur.tidak meninggalkan sedikit pun bekas..lalu aku akan segera menuju kamar kelvin,menceritakan perbincanganku dengan rainbow tadi..ia hanya tersenyum sambil menikmati seni melukisnya..
            “kau melukis rainbow???”tanyaku.
            “ J..ya...” jawabnya enteng.
            “rainbow tidak seperti itu..hentikan..dia tidak cemberut..dia tersenyum..”
            “kau berlebihan sister,dia lebih indah seperti ini..”
            “ kau senang melihat rainbow sedih??”
            Aku melangkah kesal keluar dari kamar kelvin..

*   *  *
Ketika aku beranjak dewasa . . .
            New york city,aku melangkah menapaki bumi..melewati beberapa burung merpati putih yang kedinginan...kini aku melangkah enteng menyerbu salju..kepulan asap dingin berlarian keluar dari mulutku ketika aku merasa cukup dingin untuk menahan udara itu..zat padat yang lembut itu menempel di sepatu boot ku..aku tak merasa terganggu dengan salju itu..kini aku berdiri di jendela kamarku,melihat embun yang menutupi kaca jendela tersebut..aku menyerbunya,mengusap kaca jendela itu..tapi,aku tidak menemukan rainbow disana..seperti ketika aku menemukannya masih segar di asia dulu...
            “tzzzitttt...tzzzitttt...” handphone ku bergetar..sarah,teman yang baru ku kenal di world magic university mengirim messege ke padaku...
            SARAH          : ...kau terlalu aneh...apa obsesimu untuk sekolah di world magic university??...aku rasa kau bukanlah keturunan penyihir...
            JAZZY           : ...no comment...itu kemauanku...
            SARAH          : obsesi yang kau ceritakan terlalu aneh..
            JAZZY           : J..semua orang bilang begitu...
            SARAH          : itu sudah menjadi kehendak Tuhan..kau tidak akan bisa mengubah rainbow menjadi tersenyum.
            JAZZY           : adikku juga mengatakan itu...
            SARAH          : L...baiklah...tidak ada harry potter di world magic university..tidak ada keturunan penyihir di sana..kau akan bosan menghafalkan rumus-rumus mantra yang tidak kau pahami...
            JAZZY           : i see...there problem???
            SARAH          : no prob...universitas itu tidak mengajarkan sihir-sihir..tapi pelajaran yang menyebalkan yang di kemas dalam aroma sihir..
            JAZZY           : menarik...
            SARAH          : we have lecture tommorow..
            JAZZY           : J,,,ya...
            SARAH          : baiklah...i’m waiting for u..
*  *  *
            Pagi itu sunyi..dingin merasuk ke selimutku..hari ini aku akan pergi ke world magic university..asrama menunggu...wait me...
            Aku melangkah gontai meninggalkan apartemen,menuju sarah yang sejak tadi menungguku di parkiran..
            Aku dan sarah melewati lorong-lorong sempit.. beberapa lelaki lewat di depan kami sambil mengepulkan asap rokoknya.ketika kami sampai di world magic university,aku memberikan identitasku..semuanya telah kuurus jauh hari..kini aku dapat melangkah,mengenali koridor-koridor universitas ini..ketika aku sampai pada koridor belakang,aku menemukan perbincangan antara sebuah pintu dan seorang guru..
            “..ekstrum..zombiliar..”kata guru itu dengan nada berbisik.seketika kucing yang ia elus-elus berubah menjadi kunci yang membuka pintu tadi..pintu tadi terdengar berisik..bunyi pintu itu memecahkan telingaku...sungguh sangat keras..aku merasa kepalaku pening..dan aku tidak tau apa yang terjadi..
            Ketika aku terbangun,aku tersadar berada di sebuah kamar..di kerumuni murid-murid wanita.dan seorang guru..aku terhenyuk ketika sebuah tongkat mengangkat dadaku..membuatku sesak,dan kini aku benar-benar sadarkan diri.guru itu...guru yang ku lihat tadi berbicara pada pintu.dia meninggalkan kamar asrama wanita dengan cemberut.
            “apa yang sebenarnya kau lakukan tadi??”tanya sarah padaku.
            “ini benar-benar universitas penyihir.guru itu berbicara pada pintu.bahkan ia mengubah kucingnya menjadi kunci.”
            “jangan berbicara tidak masuk akal.imajinasimu harus di kurangi,”jawab sarah meninggalkanku.
Aku meraba kepalaku,kupingku,hidung,dan mataku.bertanya pada diri sendiri..”apakah ada yang kurang.”
            Kuliah pertama hari ini di buka dengan pidato kepala universitas.guru yang kemarin,memperhatikanku.aku terkecut.merasa ruangan ini adalah sebuah kotak kecil dan aku ikut mengecil,sendiri dengan ruang yang kosong,sementara guru itu tampak seperti kucing yang ingin mengintrogasi seekor semut dengan kacamata minus tebal..mata itu berkata...,aku mengerdipkan mataku ketika seorang murid terpeleset di sampingku.
            “maaf..”katanya
Aku membantunya bangun..sementara sarah yang duduk di sampingku berkata “anak cupu...LOL... :D”
Anak itu menangis..sementara itu aku memasang muka merah pada sarah...
            Sore itu aku duduk sendiri menikmati salju.,dan menemukan anak yang tadi terjatuh lewat didepanku berjalan dengan cepat menuju suatu tempat.aku mengikuti dari belakang.mungkin ia curiga,maka ia sesekali melihat ke belakang.anak itu....menuju....PINTU YANG KEMARIN DI BUKA GURU ITU....
            Aku melihat ia membuka pintu dengan tergesa-gesa.aneh sekali pikirku,maka aku mengikutinya sampai aku masuk kedalam ruangan itu.perpustakaan classic..sepertinya ruangan ini sudah lama tidak di pakai,ia tidak menyadari aku bersembunyi di salah satu meja..ia menggeser,menggeser rak buku!!kini aku dapat melihat sebuah lorong gelap disana.desah nafasnya berakhir pada rak buku yang mengatup.
Aku semakin penasaran.maka aku meraba rak buku itu,tapi mataku tertumbuk pada sebuah buku yang sepertinya baru selesai di baca,aku membukanya.buku itu penuh seni,bertuliskan kata-kata bijak,dan menceritakan sebuah negri yang indah..
            “....anak-anak berlari,melewati labirin dengan wajah asri...
            ...ibu mereka membawakan mereka makanan,hingga mereka kenyang dengan kebanggaan...”
Pada lembaran selanjutnya aku melihat sebuah tulisan yang menggambarkan RAINBOW...ya..RAINBOW..aku antusias..gambar itu melukiskan rainbow melengkung kebawah,hingga membentuk senyuman,ini terkesan seperti impianku.pada rainbow itu seorang anak perempuan di sebuah bukit melambai pada seorang lelaki yang duduk pada rainbow itu.tapi...sebuah tulisan mengatakan bahwa perempuan itu berkata dengan berteriak “haii...kau yang duduk disana..inginkah kau menikmati hujan di belahan bumi tropis,dan menari-nari di bawahnya..?????”
Lalu lelaki itu menjawab dengan berteriak juga “kita hanya berdua..neverland ini telah menyatakan tidak ada hujan disini..!!!”
            “aku muak dengan semua yang kau katakan berulang-ulang...”
            “apa kau pikir,pertanyaanmu tidak memuakkan??”
            “ayo kita pergi ke lorong itu..lalu terbang dengan sayap ke negri yang lebih indah...ke negri manusia..”
            “sebenarnya kau harus tau!!mengapa kita tinggal disini dan tidak ada hujan..”
            “kenapa??”
            “karna kita adalah peran dalam sebuah dongeng..”
            “kalau begitu cerita ini harus di ulangi kembali..”
Lelaki itu tertegun sejenak lalu berteriak kembali,
            “hanya ada satu cara.!!kau tau..cerita ini indah!!awalnya tentram..penduduk disini bahagia,tapi,ketika gambar ini di buat,mereka meninggalkan kita.ini kota mati..
Rainbow ini membentuk senyuman,pertanda langit tidak menangis lagi.maka awan tidak luluh lagi!!”
            “lalu?...”
            “bukalah halaman selanjutnya..”
            Aku terhenyuk..mungkin benar kata lelaki itu..jika rainbow tersenyum,maka kemungkinan langit akan berhenti mengeluarkan tetesan yang selama ini ku anggap teman terindahku...
Maka aku mengikuti apa yang dikatakan lelaki tadi...
Disitu tertulis...................................
            “aku tidak mengerti dengan cerita ini...sebuah negri neverland yang sepi..aku menggambar sebuah lukisan rainbow bagi pecinta imajinasi sepertimu..anak-anak di kota neverland pergi meninggalkan kota.kota mati itu kini di huni 2 orang yang mencintai taman kanak-kanak tersebut..namun mereka harus kehilangan hujan....karena aku menggambar pelangi yang tersenyum..aku memang penyihir yang bodoh..aku tahu imajinasiku bisa menjadi kenyataan,tapi sekarang,aku tak dapat mengubah gambar itu lagi..lukisan itu di terima novel ini..meresap ke setiap pori-pori kertas,merasuk kedalam kota neverland..tentu saja kota itu dapat di ubah..oleh,orang yang bijaksana dan ku harap kaulah yang dapat mengembalikan kedamaian di kota neverland..”
            Aku berhenti membaca,lalu mencari petunjuk lain..
            “kuharap kau mengerti akan ada penyihir yang mengubah negri kita.?” Kata si lelaki..
            “aku lelah john...sebaiknya kita masuk kelorong itu..aku yakin..setelah ini penulis novel ini akan mengakhirinya dengan ending bahagia.” Jawab gadis kecil yang memanggil lelaki itu john.
            “aku mencintai neverland ini..”kata john menunduk..
            “tapi..jika penyihir itu dapat mengubah cerita selanjutnya dan gambar setelah ini,aku yakin kota ini kembali indah!!!!!!!!!”sambung john penuh semangat..
            “siapa nama mereka???”tanya gadis itu lagi...
            “aku tidak yakin jeanny..tapi,pikiranku berkata..JAZZY dan LYNNE” jawab john menunduk pada gadis yang di panggilnya jeanny.
            Aku terkejut..JAZZY??itu namaku.apakah nama perempuan tadi LYNNE??lalu aku membuka halaman selanjutnya..kosong...kosong...seterusnya kosong sampai pada bagian terakhir..ku temukan sebuah gambar jam kuno,yang lebih mengejutkan lagi,jam itu bergerak..di bawahnya tertulis  the time for u 7 DAYS,20 HOURs..aku harus segera mengejar perempuan tadi..maka aku menyimpan buku itu pada bagiannya lagi.aku menggeser rak itu dengan susah payah.lalu memasukinya..sebuah bisikan menyambut telingaku..
           
“cahaya menyambutmu...lihatlah...kilau pelangi membias rambutmu...maka disitulah kau temukan celah...”
            Aku bertanya,apa maksudnya??namun,ketika aku membuka mataku,aku menemukan sebuah tempat yang sepi..
”ini seperti labirin..”pikirku..
Aku melihat perempuan yang menyelinap dalam rak tadi,ia sedang mondar-mandir di depan labirin.apa mungkin dia lynne?pikirku.
            “lynne?”aku memanggil dengan suara serak.
Perempuan yang ku panggil itu kebingungan,dia sepertinya takut padaku.
            “apa kau lynne?jangan takut.aku tau semuanya dari buku itu.”
            Tanpa aku kira,dia menjawabku dengan nada bergetar.
            “jadi kau membacanya?”tanyanya
            “ya,kau lynne bukan?”tanyaku mengulangi.
            “ya,”jawabnya ragu.
            “kita punya misi.”kataku. “kita punya waktu 7 hari 20 jam lagi”sambungku.
            “tapi bagaimana caranya?”
            “tentu saja bisa,kita adalah generasi yang dapat mengubah neverland ini!jadi kita dapat memprogram semuanya menjadi apa yang kita inginkan!”aku meyakinkan,walaupun aku memang tidak yakin dengan ucapanku.
            “lalu,apa yang harus kita lakukan sekarang?”
            “aku kira penulis novel itu ingin kita menyelesaikan teka-teki di kota ini.”
            “tapi tidak ada petunjuk disini!”
            “mari kita telusuri labirin ini...”ajakku
            “aku...aku...a...ku ta..kut”lynne semakin menundukkan kepalanya.
            “kita bersama,akan menyelamatkan neverland ini!!..kita pasti akan selamat!!karena kita yang akan menyelesaikan novel itu!!”
            “kau yakin?”tanya lynne menanyaiku.
            “tentu saja..”
            Kami pergi menelusuri labirin itu.aku semakin mengerti ini adalah sebuah kode.maka aku mengingat jalur ini...
            Aku mulai menebaknya..seingatku ini...kode wingdings 3.
he..nah,aku yakin setelah jalan itu jalurnya adalah ke lp..maka terciptalah kata ‘HELP’..tapi teka-teki ini belum terpecahkan.di depan kami masih ada jalan.aku mulai menebaknya lagi!!kali ini lynne pun ikut menebak.
my..
      “sekarang telah terkumpul kata..’help my...’”kata lynne.
            “my apa?”tanyaku.
            “belum diketahui..tapi sepertinya...’neverland’,kau tahu kodenya??”
            “coba kuingat,N,berarti kita akan melewati anak panah menghadap ke kiri,lalu lurus dan melewati anak panah menghadap ke kanan,’n’,E,kita berjalan kekanan,’e’,V,kita berjalan ke arah kiri,’v’,E, kita berjalan kekanan,’e’,R,berarti kita berjalan lurus kedepan ,‘r’,L,berarti berbelok ke kiri beakang,’l’,A,berarti kita ke kanan,’a’,N,berarti kita akan melewati anak panah menghadap ke kiri,lalu lurus dan melewati anak panah menghadap ke kanan,’n’,D,berarti kita harus ke kiri,’d’.selesai...jadi,ini ujung labirinnya?kenapa hutan??teka-teki apa lagi ini??”tanyaku ketika sampai di ujung labirin pada lynne..aku terkejut.lynne tak ada!!namun,kakiku terasa di tarik..pasir ini......menelanku...
            “TOLONGGGGGGGGG.......”aku berteriak sekuat-kuatnya.namun tak ada yang mendengar.
*    *    *
Aku tersadar..kepalaku pening.aku ingat,ketika aku dan jazzy sampai pada ujung labirin.aku terhisap pasir menjijikkan itu.lalu,dimana jazzy???
            “jazzy...........jazzy...........”aku berteriak memanggil jazzy,tapi aku berhenti ketika kulihat sosok jazzy terkulai lemas di atas lubang bepasir tak jauh dari lubang pasir di mana aku terdampar.
            “jazzy”,kataku menepuk-nepuk pipinya..
            “ha??..dimana aku..apa yang terjadi pada kita??aku tidak yakin ini adalah pagi disaat aku bangun tidur dan mengucek mataku lalu mengambil roti tawar dengan selai coklat..”kata jazzy merenggangkan tubuhnya.
            “waktu kita tidak banyak lagi..jalan setapak hutan ini pasti menuju neverland!!!”
            “berapa hari kita terdampar disini?”pertayaan menyebalkan,aku tidak menjawabnya dan lalu menarik jazzy..
            “lihat..disana ada bukit..”kataku.
            “ya...kita bisa berpiknik sebentar dengan biscuit dan orange jus..ayolah..”
            “jangan bercanda jazzy...”balasku

Jazzy kelihatan cemberut...kami pun mendaki bukit itu.ya,aku melihat semua ini ! apa yang pernah terjalin dalam mimpiku ketika aku kecil..
Yang duduk di atas Rainbow itu ..... john bukan??
            “Waahh......indah sekali,sebuah kota yang di penuhi taman dengan bunga yang bermekaran,sebuah danau jernih,dan smiling Rainbow,juga dikelilingi oleh bukit-bukit yang menyembunyikan kota ini.” Aku hanya tersenyum melihat jazzy berceloteh...
            “apa yang kau rasakan??”tanya jazzy padaku.
            “bigung ! “
            “memangnya kenapa”
            “lihat itu,ada taman yang di penuhi bunga harum dan cantik..kebun apel yang penuh buah-buah yang manis,dan pepohonan yang hijau,bak kota yang subur,di penuhi tanaman.bagaimana bisa mereka melakukan fotosintesis tanpa hujan?bagaimana bisa danau itu penuh tanpa terisi air?”
            Jazzy melongo.
            “sepertinya disini tidak ada siklus hidrologi...”lanjutku..
            “Aaaappppaaaa....?”
            “ya,...hey apa kau jeanny??”aku bertanya pada gadis yang sedang duduk di bukit sambil menundukkan diri..
            “apa yang terjadi?”jazzy menambah pertanyaan.
            “kalian siapa,ya,aku jeanny.. L,sepertinya kalian bukan penduduk neverland..apa kalian penyusup?”balas jeanny.
            Dari kejauhan seorang lelaki seumuranku menuju kemari....
            “hei!!bukankah kau lynne??aku rasa,kau datang kesini tidak lewat mimpi....siapa temanmu...?”katanya menyapaku.
            “dia jazzy.”jawabku.
            “kalian saling mengenal?”tanya jeanny,
            “dan pernah bertemu sebelumnya?”sambung jazzy.
            “ya,”jawabku dan john serempak.
            “apa yang kau bawa?boleh ku bantu?”tanyaku.
            “ini fatamorgana.lihat mercusuar disana,fatamorgana inilah yang akan menjadi lampu di mercusuar itu.jika kau ingin membantu,kau harus bisa menangkap fatamorgana ini di kebun.”jelas john.
            “baik,..” “kau juga harus ikut membantu..”bisikku pada jazzy..

*     *    *

            “kenapa kau diam saja??” tanyaku pada jeanny.
            “aku tidak terlalu akrab dengan orang baru,apalagi yang menjijikkan sepertimu...lihatlah bajumu,penuh dengan lumpur,dan juga temanmu.
            “menyebalkan ..”keluhku.
            “jazzy!!lihat,sepertinya ini sebuah petunjuk!”teriak lynne kepadaku.
            “apa itu?dimana kau temukan?”tanyaku
            “ini sebuah bandul,tapi,sepertinya ada petunjuk dalam bandul ini!aku temukan di dekat perkebunan apel saat aku dan john menuju kebun fatamorgana.”jelasnya.
            “coba buka!aku juga ingin melihatnya..”jeanny menyambung pembicaraan kami.
            Perlahan lynne membuka bandul itu,tapi,tak ada satupun petunjuk yang kami temukan.hanya kaca bening tersimpan dalam bandul itu.
            “ayo ikut aku...”kata john sambil menarik tangan lynne.
Matahari begitu tentram menyilaukan langit senja sore itu.lalu bagaimana bandul itu?
            Aku hampir tak sadar ketika melihat bandul itu terbasuh cahaya keemasan senja.oh,aku mengerti sekarang!petunjuk dalam bandul itu adalah peta.tapi,peta apa?john langsung menjelaskan tempat-tempat dalam peta itu.peta neverland.tapi ia berhenti menjelaskan ketika melihat sebuah tempat bernama “ERTIMBOUS” yang terletak diantara mercusuar dan kebun fatamorgana yang terletak di utara kota neverland.
            “apa artinya john?”tanya lynne.
            “Aku kurang yakin.tapi,kurasa ini lorong keluar dari neverland..tapi selama ini aku tak pernah melihatnya.”jawab john.
            Entah bagaimana terjadi,langit benar-benar bercahaya menyilaukan,seperti hendak menelan kami.
            “sudah berapa hari kita disini?”tanyaku.
            “entahlah,sepertinya waktu kalian tidak banyak lagi..”
            Sepertinya lynne terlihat sangat panik..wajahnya sangat pucat!
            “lalu apa yang harus kami lakukan?bukankah tak ada jalan menuju labirin itu kecuali lubang berpasir itu??”terdengar suara panik lynne.
            “ERTIMBOUS...”teriak jeanny.
            “kau tau?”tanya john pada jeanny.
            “ya,ibu pernah bercerita tentang ertimbous,ertimbous adalah sebuah pohon tua besar,jika penduduk neverland akan mengunjungi bumi mereka melewati ertimbous dengan mengucapkan sebuah mantra pembangun ertimbous.”jelas jeanny.
            “apa mantranya?”kali ini aku yang bertanya.
            “aku lupa...”jawab jeanny terlihat gelisah mengingat sesuatu.
            “ayolah.....”bujuk john.
            “eh.....petrum amsador karadba..”jeanny berkata sambil memejamkan matanya.
            “baik,ayo segera ke ertimbous!!!”kataku...
Kami berlari sekencang-kencangnya menuju mercusuar,terlihat pohon tua besar di samping mercusuar.
            “petrum amsador karadba..”lynne membuka mantra.ia langsung menubruk pohon itu.
            “hey tunggu aku...”kataku..
            “biar aku yang akan menyelesaikan novel itu..kau tetaplah disini untuk sementara.”jawabnya sambil berlari dalam lorong pohon itu.
            “kenapa?”aku bertanya sambil mengejarnya.
            Tak ada jawaban,hanya desah nafas terakhir lynne yang menggema di telan cahaya.aku menunduk...menahan udara malam yang menusuk.
*    *    *
Aku tau jazzy akan marah bila ia tau aku akan meninggalkan ia di neverland.............
            Sunyi di sebuah kota yang subur,ketika aku lepas dari cahaya ertimbous menuju tempat ini...dan aku semakin yakin,ini....kota penduduk neverland..
            “adik kecil,boleh aku bertemu ibumu?”tanyaku pada seorang anak kecil yang sedang bermain sendirian di kebun anggur...
            “ada apa?”tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dengan baju kebun.anak tadi langsung menghampiri wanita itu,
            “ibu..”katanya lirih merangkul ‘ibu’nya..
            “ee..boleh aku bicara?”tanyaku.wanita itu sedikit ragu..
            “aku baru saja dari neverland..”sambungku berbisik sambil melihatkan bandul peta ertimbous.
            Ia menarikku,”kenapa?bagaimana bisa kau ke neverland?”tanyanya
            “banyak yang akan diceritakan...yang pasti kalian seharusnya kembali ke neverland.rainbow akan kembali dengan hujan.karena kalian sebenarnya adalah peran dalam sebuah dongeng”
            “benarkah?”tanyanya.”lalu bagaimana kami bisa kembali?”
            “ertimbous...kau pasti mengerti..ee,tapi aku rasa aku akan kembali ke new york..kau tau?”
            “ya,tentu saja.kau tau?ini adalah ‘kota rahasia’,dan baru kau anak manusia yang menginjakkan kaki kemari,dan bandul itu dapat membawamu kemana yang kau mau.kau hanya cukup mengucapkan kemana engkau akan pergi..”jelas wanita itu.
            “hem, menarik sekali, baiklah, akan kucoba sekarang. Oh ya, jangan lupa, ertimbous..” jawabku
            “ya, akan segera kukatakan pada seisi kota.”

---
“aku ingin pergi ke new york, diperpustakan classic world magic university” kataku kemudian setelah menjauh dari wanita tadi.
Aku memejamkan mata, sampai aku rasa ada orang yang melangkah disekelilingku.
“sudah?? Misinya?” kubuka mataku, aku melihat madem ericha di kursi perpustakaan, dialah yang membuka perpustakaan ini, dia jugalah yang membuat jazzy sadar penuh ketika jazzy pingsan mendengar teriakan pintu tua perpustakaan ini.
“sudah..” jawabku singkat
“lalu kau akan melakukannya? Walaupun ini akan membuatmu meninggal?” tanyanya.
“madem.. mengertilah aku, aku tidak punya banyak waktu, aku tidak mungkin membiarkan jazzy terjebak di neverland.” kataku kemudaian
“mengapa kalian tidak melanjutkannya bersama? well, kalian akan meninggal bersama juga.. itu sebuah resiko yang semestinya bukan”
“aku tidak mungkin membiarkan adikku meninggal, aku rasa aku menyayanginya” jawabku menunduk
“darimana kau tau?” madem ericha bangun dari kursinya, dan akupun duduk, aku mengambil sesuatu dari saku rokku. Dan menyodorkan padanya. Sebuah kertas yang tengah-tengahnya ditulis :
“dan yang akan menyelamatkan neverland adalah lynne dan jazzy, mereka adalah saudara yang telah lama berpisah..”
“jadi kau merobeknya dari novel penyihir itu??lalu jazzy belum tau mengenai ini?” tanyanya lagi kemudian.
“ya, sekarang aku akan melanjutkan novel ini.” Aku mengambil novel ‘neverland’ di atas meja. Jazzy, adikku, kau akan segera pulang.

***

Aku terbangun dari tidurku, ketika matahari terasa hangat menyinari wajahku. Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh? Aku melangkah mendekati jendela. Kulihat, orang-orang tengah bekerja, banyak sekali..
Aku berlari sekencang-kencangnya, hampir saja aku menabrak seseorang, tapi aku tidak mengenalinya_tentu saja, karena aku hanya mengenal john dan jeanny_
Aku mencium harumnya dapur oleh masakan, tapi aku masih mencari john atau jeanny, dan aku menemukan john duduk di taman. Aku pun duduk disampingnya.
“eh, john?siapa mereka?bagaimana mereka bisa disini?” tanyaku
“mereka penduduk neverland, yang tinggal di kota rahasia, mereka kembali, ah, sayang sekali kau tidak menikmati curah hujan pertama dari hujan yang hilang dulu, lihatlah rainbow itu telah kembali, kini kami kembali tentram” jawabnya
“lalu aku bagaimana?” tanyaku gelisah, mungkinkah aku tinggal disini untuk selamanya? Aku mau, tapi... aku kangen kelvin, sarah, lynne, aku semakin resah.
“aku yakin, lynne tidak melupakanmu, ia pasti akan mengembalikanmu.” Katanya menenangkanku.
“ehm, aku pernah bertanya, bagaimana kau dan lynne saling kenal? Apa lynne pernah kemari sebelumnya?” tanya ku ingin tahu
“ya, dia pernah kemari lewat mimpinya, hebat bukan?” jawabnya
“ya., tentu saja” kataku kagum,
“eh, jazzy, aku mau bilang sesuatu.. kalau sebenarnya...”
“hai, ada yang mau hotdog? Atau pizza? Oh,ya, ada pasta juga.” Kata jeanny tiba-tiba menghampiri kami dengan celemek.
“oh, baiklah, kebetulan aku memang lapar” jawabku.
Kami sarapan bersama, ah, sudah lama aku tidak makan ini,

***
Jazzy, aku tau kau menyukai john, begitu juga john. Aku menyayangi kalian berdua, aku tau aku juga menyukai john, kini kutulis bagian terakhir untuk mendamaikan neverland dan kisah cinta kalian..
“.. kini neverland tak lagi sunyi dan bermuram duka sepi, kini langit luluh kembali, menciptakan pelangi seperti dulu lagi. Sekarang neverland menjadi tempat yang damai dan permai selamanya, jazzy kembali, walau aku harus pergi, ia membawa sebuah cinta yang tak pernah usai, suatu saat, ia akan bertemu john dalam fantasi nyata..”
Aku melihat tinta yang kutorehkan pada kertas novel itu, meresap, dan merasuk, dan.. bruk.. menutupnya, tak lama lagi waktuku akan berakhir.

***

Aku masih terkejut, ketika ternyata jeanny mengatakan kalau john menyukaiku, aku kira ia menyukai lynne, karena mereka lebih kenal sebelumnya.
Senja itu, menjelang malam, aku dan john duduk bersama ditemani secangkir teh di beranda rumah. Peri-peri kecil berterbangan membawa bau wangi seharum mawar segar. Aku melihat cahaya berkilauan datang. Mataku berkunang-kunang, tapi aku merasa melayang, dan tertidur. Namun aku masih mendengar bisikan pula
“cahaya memulangkanmu...pejamkan matamu...ingatlah kasih sayang yang selalu menyambutmu...maka hidupmu bukanlah belaka semu...”

Aku mulai bisa melihat sekeliling, perpustakaan classic. Aku sudah pulang, segera saja kuberlari menuju asrama, mungkin aku bisa menemukan lynne atau sarah, ataupun sekedar yang lainnya. Tapi tak kutemukan lynne, haya sarah yang melamun.
“sarah..” aku memeluknya
“jazzy, aku merindukanmu, kenapa kau menghilang begitu saja?” tanyanya.
“ceritanya begitu panjang..”
Aku melepaskan pelukannya,
“kau melihat lynne?” tanyaku
“dia meninggal satu minggu yang lalu, kami semua bersedih, dan aku melihat madem ericha sangat terpukul, aku menyesal pernah mengatakannya anak cupu..”
Aku terkejut, lynne, kenapa ia meninggal? Lalu siapa yang menyelesaikan novel itu dan memulangkan aku?
“sudah lamakah aku menghilang?” tanyaku lagi.
“ya, sudah dua bulan lebih..”katanya
Tidak mungkin, bukankah aku hanya tinggal 2 hari setelah lynne pergi.
“kau tau mengapa ia meninggal?” tanyaku lagi
“tidak.. dia meninggal di perpustakaan classic.. dan meninggalkan sebuah novel yang disimpan madem ericha.” Jawabnya
“dimana madem ericha?”
“sepertinya diruangannya..”
Aku segera menuju ruang madem ericha, dia terlihat memegang sebuah novel.
“novelnya..” kataku
Dia hanya diam. Dan melihatku tajam.
“eh, kenapa kau diam saja?” tanyaku lagi
Lalu ia beranjak, dan memeberikan novel “neverland” padaku, lalu meninggalkanku. Aku membacanya, pada suatu lembar..

  “dan yang akan menyelamatkan neverland adalah lynne dan jazzy, mereka adalah saudara yang telah lama berpisah..”
“lynne saudaraku?” tanyaku dalam hati.
Aku sempat terisak melihat semua ceritanya didalam novel tersebut.. aku juga menyayangimu lynne, kakakku.

***

2 bulan kemudian,
“kau tau ada seorang mahasiswa baru disini?” kata sarah.
“tidak, siapa?” tanyaku heran.
“namanya Claudius..”

Aku melangkah sendiri ke perpustakaan classic, kulihat seseorang melihat-lihat buku disana, tapi ia membelakangiku. Tapi saat ia menghadapku....
“ JOHNNN.....” kataku.
Ia hanya tersenyum dan menjabat tanganku, “claudius.”
Kini aku mengingatnya, buku yang kubaca 2 bulan lalu.. dialah john dalam fantasi nyata............







- selesai -