Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

JKT48 ala Binua Landak

Beberapa waktu yang lalu saya bersama beberapa saudara diutus untuk menghadiri tahbisan imamat ke-4 saudara Kapusin : Sdr. Alfons, Sdr. Dedi, Sdr. Kristian dan Sdr. Lorenzo. Tahbisan imamat ini dilaksanakan di Paroki Jangkang –alias Balai Sebut-. Ada suatu hal menarik yang saya temukan –atau baru saya sadari- ketika disana. Diantara sekian banyak umat dan tamu undangan yang hadir, ada sekelompok orang yang jumlahnya cukup ramai, berpakaian berwarna merah dengan banyak motif dan aksesoris. Yak... mereka menggunakan pakaian adat Dayak, mereka dari komunitas IPBDL –Ikatan Pecinta Budaya Dayak Kabupaten Landak- atau lebih dikenal sebagai komunitas Binua Landak.
Usut punya usut, ternyata mereka ini memang sengaja diundang oleh panitia untuk menjadi bintang tamu dan tentunya untuk meramaikan acara disana, sedikit mengherankan memang sebab kota Balai Sebut yang notabene sebetulnya termasuk wilayah Kabupaten Sanggau mengundang komunitas dari Kota Ngabang (NGB) yang merupakan ibukota Kabupaten Landak, padahal di Sanggau sendiri ada komunitas semacam itu bernama KoPiDaDu.
Keheranan dan kekaguman saya semakin memuncak ketika teman-teman dari Binua Landak ini tampil diatas panggung untuk perform, dibuka dengan single pertama dan utama mereka : “Pantun Binua landak”. Baru saja ketika nama ‘geng’ mereka dipanggil oleh MC, penonton yang hadir bersorak dan bertepuk tangan dengan begitu meriahnya, dan ketika mereka mulai menari dan menyanyi para penonton pun melakukan hal yang sama, bahkan dari kakek-nenek hingga anak-anak hapal lagu yang mereka nyanyikan. Wow...
Tiba-tiba saya teringat dengan idol group JKT48 –boleh dibilang saya juga vvota-. JKT48 adalah kelompok idola pop yang dibentuk tahun 2011 sebagai franchise saudara lokal dari AKB48 yang berawal di Jepang. Istilah ‘pop idol group‘ lebih tepat karena istilah ‘girlband‘ justru rancu berhubung anggota JKT48 tidak main alat musik apa pun dalam pertunjukannya. Serupa dengan Cherrybelle, JKT48 adalah salah satu tren gelombang kelompok musik berisi gerombolan (anak) perempuan yang menghibur dengan nyanyian dan tarian berkoreografi. Tentang JKT48 ini saudara bisa temukan banyak referensi dari internet.
Nah, sama seperti JKT48, IPBDL juga beranggotakan banyak orang, baik laki-laki ataupun perempuan dari berbagai usia, semuanya menggunakan pakaian khas Dayak dengan aksesoris yang semarak –hasil wawancara saya dengan teman-teman, katanya pakaian ini mereka bikin sendiri-sendiri-, semuanya bisa menari –sekalipun kadang tidak kompak- dan semuanya bernyanyi, baik secara solo bergantian ataupun chorus.
Boleh dikatakan IPBDL ini memiliki satu konsep dengan JKT48, bedanya IPBDL adalah sebuah idol group lokal. Komunitas semacam ini belakangan memang sedang marak bermunculan, sejauh yang saya ketahui IPBDL adalah yang pertama, lalu ada KoPiDaDu, ada Komunitas Binua Garantukng dan lain-lain yang masih belum begitu besar. Sebuah gebrakan baru memang dalam dunia hiburan lokal di Kalimantan Barat khususnya.
Saya lalu merenung, kenapa bisa kelompok ini lalu begitu sepopuler sekarang?

HIPOTESIS ANALISIS TEORITIS PRAKTIS
Saya akui kualitas ‘kelompok musik’ ini bagus sekali, kualitas lagunya bagus –direkam secara profesional-, syair lagunya indah –syairnya menggunakan bahasa Ahe (Bahasa Dayak Kendayan)-, perpaduan musiknya terdengar pure, perpaduan gaya musiknya tradisional dan modern, suara penyanyi solo mereka juga tidak bisa dibilang buruk –ya.. tentu saja mereka tidak akan memakai yang bersuara ‘sumbang’ untuk bernyanyi solo-, video klip mereka untuk lagu ini juga bagus, sudah berkualitas HD, koreografi untuk tarian dalam videonya juga bagus sekali, hanya saja video klip menari beramai-ramai dalam lagu-lagu Dayak rasanya sudah terlalu umum, membosankan.
Kualitas rekaman ini menjadi suatu keunggulan tersendiri, sebab tidak banyak lagu-lagu Dayak –hingga saat ini- yang dibuat secara ‘serius’, umumnya lagu direkam pada studio standar sehingga kualitas suaranya tidak terlalu baik, begitu pula dengan musiknya nampaknya hanya dibuat sekedarnya saja menggunakan keyboard, dan video klipnya kerap dibuat seperti ‘nggak niat’, videonya berisi orang nyanyi atau nari-nari, kameranya goyang –mungkin mereka tidak terpikir memakai tripod atau slider-, SD pula, konsep video klipnya kurang jelas, tidak sejalan dengan lirik lagunya, dan lain sebagainya... , tidak bermaksud menjelekkan, kebanyakan saya lihat video klip seperti ini berasal dari lagu-lagu yang diproduksi oleh A Star Man Production, semoga di masa depan bisa lebih baik.
Ada yang mengatakan musik adalah bahasa yang universal. Hal ini sepertinya berlaku pula dengan lagu-lagu dari IPBDL. Sekalipun tidak semua orang bisa mudheng bahasa Ahe – memang bahasa Ahe cukup populer di Kalimantan Barat, tetapi di daerah tertentu, misalnya Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang dan di daerah timur Kal-Bar umumnya masyarakat tidak menggunakan bahasa ini- tapi kalau lagu ini diputar, dijamin semua akan tergoda untuk berjoged. Musik untuk lagu-lagu ini memang mengundang untuk berjoged –sama seperti musik dangdut atau disko- , musik menggunakan beat yang energik dan dipadukan dengan suara bass gong dan kolintang, ketukannya yang konsisten sungguh enak untuk dibuat koreografinya. Selain musik yang enak untuk bergoyang, gerak visual koreografi dari para penari tentu pula mengambil peranan menjadi contoh ‘teladan’ bagaimana harus bergerak dan menari, lagipula koreografi untuk lagu-lagu ini umumnya tidak terlalu sulit untuk diikuti. Dengan demikian, suasana disekitar panggung tentunya menjadi hidup dengan ramainya orang yang joged massal, maka kita pun akan menjadi serba-salah kalau hanya diam-diam saja, kita akan tertarik untuk ikut berjoged menikmati irama lagu.
Pakaian yang dipakai oleh teman-teman IPBDL juga sangat indah, atraktif. Mereka menggunakan pakaian khas Dayak yang dimodifikasi menjadi lebih modern, setiap pakaian memiliki motif yang berbeda namun tetap khas. Laki-lakinya menggunakan cawat, baju serupa rompi –tanpa baju dalam, jadi telanjang dada-, Topi yang dihiasi dengan bulu burung yang panjang-panjang, kemudian ada pula bentuk paruh burung Enggang –sebagian ada yang menggunakan paruh asli-, kalung dengan hiasan berupa tulang-tulang binatang, rambut, bahkan tengkorak kera. Perempuannya lebih sederhana, menggunakan ikat kepala merah bermotif dari kain dengan hanya satu bulu burung panjang, lalu baju serupa kemeja tanpa lengan dihiasi motif yang dijahit dengan manik-manik, rok serupa sarung ketat –tentunya bermotif juga- dengan panjang hingga ke betis kaki, tapi terbelah di sampingnya dari paha sampai ke ujung, lumayan enak dan indah untuk dilihat. Dan oh iya, mereka semua menggunakan tato disekujur tubuh yang dibuat menggunakan spidol.
Hasil pengamatan saya dan hasil mengorek informasi dari beberapa teman yang secara langsung bergabung dalam ‘idol grup’ ini, ternyata sebagian besar anggota mereka memang sudah saling mengenal. Artinya, sebagian dari anggota sebetulnya masih memiliki hubungan keluarga, pernah satu sekolah, satu kelas atau bahkan satu kampung. Ada anggota yang bergabung karena ikut-ikutan atau diajak oleh teman-temannya. Komunitas ini memang memiliki banyak anggota. Well.. saya tidak tahu pasti, tapi yang jelas anggotanya melebihi 100 orang dan akan terus bertambah, dari berbagai usia, berbagai profesi dan dari berbagai daerah. Asumsikan saja, setiap satu dari seratus-lebih orang ini pasti memiliki keluarga-kenalan, yang tentunya akan mendukung dan turut mempromosikan komunitas ini kepada kenalan yang lainnya. Akhirnya komunitas ini menjadi banyak dikenal dan digandrungi orang. Benar-benar suatu social marketing yang sangat berhasil. Social marketing ini kemudian didukung dengan fakta sosial bahwa orang Dayak pada umumnya memiliki rasa “nasionalisme-kultural” yang sangat tinggi, dibuktikan dengan banyaknya usaha sablon/clothing khas Dayak –misal: Tariu Rock Denim dan Eclipse- yang cukup sukses dan laku keras
Selanjutnya, layaknya sebuah kelompok musik, IPBDL gencar sekali dalam berpromosi dan perform. Komunitas ini terhitung sangat aktif. Sering tampil dalam berbagai acara dan kegiatan, lagipula mereka tidak terlalu pilih-pilih acara, mulai dari acara dinas pemerintahan, kegiatan keagamaan untuk anak muda –Temu OMK- , gawai padi –naik dango-, dan macam macam acara. Dan yang terlakhir, sering muncul di TV, yakni Ruai TV, sebuah stasiun TV swasta lokal yang cukup populer di Kalimantan Barat, kepopulerannya bahkan melebihi kanal milik pemerintah TVRI Kalbar, sekarang Ruai TV sudah melakukan siaran FTA melalui satelit juga, jadi bisa ditonton oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sekali lagi, serupa dengan JKT48, saya rasa IPBDL telah mampu merubah stigma bahwa para entertainer harus selalu tampil elegan dan ekslusif, mereka berhasil menyuguhkan hiburan berkualitas yang sungguh merakyat, dari diri’ (kita), oleh diri’ ngan muat diri’ uga.
Demikianlah JKT48 ala Binua Landak ini semakin memajukan industri hiburan lokal di Kalimantan Barat. Saudara tertarik juga untuk bergabung ?

Bahasa yang Satu



Bahasa adalah medium komunikasi utama bagi umat manusia, menurut KBBI “Bahasa” adalah sistem lambang bunyi berartikulasi (yg dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran[1], diperkirakan ada lebih dari 6.909 bahasa berbeda dituturkan di seluruh dunia (lihat tabel)[2]. Demikianlah bahasa menjadi suatu produk manusia yang paling besar, sehingga manusia mampu berkomunikasi, mengungkapkan gagasan, pendapat dan perasaannya melalui suara (lisan) ataupun simbol (tulisan).

Kasih Ibu Sepanjang Masa

 True Story : Seorang ibu meninggal slth 38 thn merawat putrinya yg koma 

 http://putrahermanto.files.wordpress.com/2009/12/kasih-ibu2.jpg
Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali ... Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.

Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.


Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.


Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.


"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).


Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.


Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.


Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membanya ke rumah sakit.


Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.


Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.


Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.


Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.


Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.


Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang

                     

Kunjungi lagi yah..

 

"I Love You" dalam 100 Bahasa


English - I love you
Afrikaans - Ek het jou lief
Albanian - Te dua
Arabic - Ana behibak (to male)
Arabic - Ana behibek (to female)
Armenian - Yes kez sirumem
Bambara - M'bi fe
Bengali - Ami tomake bhalobashi
(pronounced: Amee toe-ma-kee bhalo-bashee)
Belarusian - Ya tabe kahayu
Bisaya - Nahigugma ako kanimo
Bulgarian - Obicham te
Cambodian - Soro lahn nhee ah
Catalan - T'estimo
Cherokee - Tsi ge yu i
Cheyenne - Ne mohotatse
Chichewa - Ndimakukonda
Chinese
a) Cantonese - Ngo oiy ney a
b) Mandarin - Wo ai ni
Comanche - U kamakutu nu
(pronounced oo----ka-ma-koo-too-----nu) -- Thx Tony
Corsican - Ti tengu caru (to male)
Cree - Kisakihitin
Creol - Mi aime jou
Croatian - Volim te
Czech - Miluji te
Danish - Jeg Elsker Dig
Dutch - Ik hou van jou
Elvish - Amin mela lle (from The Lord of The Rings, by J.R.R. Tolkien)
Esperanto - Mi amas vin
Estonian - Ma armastan sind
Ethiopian - Afgreki'
Faroese - Eg elski teg
Farsi - Doset daram
Filipino - Mahal kita
Finnish - Mina rakastan sinua
French - Je t'aime, Je t'adore
Frisian - Ik hald fan dy
Gaelic - Ta gra agam ort
Georgian - Mikvarhar
German - Ich liebe dich
Greek - S'agapo
Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo
Hiligaynon - Palangga ko ikaw
Hawaiian - Aloha Au Ia`oe
Hebrew
a)    To female - "ani ohev otach" (said by male) "ohevet Otach" (said by female)
b)    To male - "ani ohev otcha" (said by male) "Ohevet ot'cha" (said by female)
Hiligaynon - Guina higugma ko ikaw
Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae
Hmong - Kuv hlub koj
Hopi - Nu' umi unangwa'ta
Hungarian - Szeretlek
Icelandic - Eg elska tig
Ilonggo - Palangga ko ikaw
Indonesian - Saya cinta padamu
Inuit - Negligevapse
Irish - Taim i' ngra leat
Italian - Ti amo
Japanese - Aishiteru or Anata ga daisuki desu
Kannada - Naanu ninna preetisuttene
Kapampangan - Kaluguran daka
Kiswahili - Nakupenda
Konkani - Tu magel moga cho
Korean - Sarang Heyo or Nanun tangshinul sarang hamnida
Latin - Te amo

Latvian - Es tevi miilu
Lebanese - Bahibak
Lithuanian - Tave myliu
Luxembourgeois - Ech hun dech gaer
Macedonian - Te Sakam
Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
Malayalam - Njan Ninne Premikunnu
Maltese - Inhobbok
Marathi - Me tula prem karto
Mohawk - Kanbhik
Moroccan - Ana moajaba bik
Nahuatl - Ni mits neki
Navaho - Ayor anosh'ni
Ndebele - Niyakutanda
Norwegian
a)    Bokmaal - Jeg elsker deg
b)    Nyonrsk - Eg elskar deg
Pandacan - Syota na kita!!
Pangasinan - Inaru Taka
Papiamento - Mi ta stimabo
Persian - Doo-set daaram
Pig Latin - Iay ovlay ouyay
Polish - Kocham Ciebie
Portuguese - Eu te amo
Romanian - Te iubesc
Russian - Ya tebya liubliu
Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort
Serbian - Volim te
Setswana - Ke a go rata
Sign Language -  (represents position of fingers when signing 'I Love You')
Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux - Techihhila
Slovak - Lu`bim ta
Slovenian - Ljubim te
Spanish - Te quiero / Te amo
Swahili - Ninapenda wewe
Swedish - Jag alskar dig
Swiss-German - Ich lieb Di
Surinam - Mi lobi joe
Tagalog - Mahal kita
Taiwanese - Wa ga ei li
Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe
Tamil - Nan unnai kathalikaraen
Telugu - Nenu ninnu premistunnanu
Thai
a)    To female - Phom rak khun
b)    To male - Chan rak khun
c)    Informal - Rak te
Tunisian - Ha eh bak
Turkish - Seni Seviyorum
Ukrainian - Ya tebe kahayu
Urdu - mai aap say pyaar karta hoo
Vietnamese
Welsh - 'Rwy'n dy garu di   
Yiddish - Ikh hob dikh
Yoruba - Mo ni fe
Zazi - Ezhele hezdege
Zuni - Tom ho' ichema

Simsimi, aplikasi Chating dengan robot


Udah tau Simsimi? Aplikasi chatting ini memang masih kalah populer dibanding aplikasi seperti Blackberry Mesenger (BBM), Yahoo Messenger atau Whatsapp. Namun, aplikasi ini ternyata lebih unik lho.


Pasalnya, tidak seperti aplikasi 'ngobrol' lain, Simsimi tidak membutuhkan manusia lain untuk kita ajak bicara. Yang ada hanya sebuah robot kuning bulat yang lucu namun pintar membalas perkataan Anda.

Cara bekerja aplikasi ini sama seperti fitur Siri di iPhone 4S. Hanya saja Simsimi adalah aplikasi.

Simsimi mampu menjawab setiap pertanyaan Anda, karena dalam aplikasi ini sudah tersimpan semua database untuk menjawab pertanyaan penggunanya. Anda bahkan bisa mengajarinya untuk membalas setiap pertanyaan aneh.

Jika menemukan kata aneh, terkadang ia memberikan jawaban yang sedikit 'ngawur.' Tapi justru itu bisa membuat Anda tertawa.

Pengguna Smartphone Android maupun Iphone yang penasaran mengobrol dengan Simsimi bisa mengunduh aplikasi ini langsung di toko resmi Android Market atau iTunes. Si robot kuning ini juga bisa diajak 'ngobrol' lewat PC Anda.

Cara supaya Siri dapat mengenali bahasa Indonesia


   iPhone 4S sudah tiba di Indonesia. Salah satu aplikasi andalan di ponsel ini adalah Siri, semacam software asisten pribadi yang bisa diajak ngomong.
Tapi sayangnya fitur ini belum mengenali bahasa Indonesia.

  Kelemahan ini kemudian 'dimanfaatkan' oleh Nuance Communication, perusahaan pengembang aplikasi dan piranti lunak asal Amerika Serikat dengan memperkenalkan aplikasi Dragon Search dan Dragon Dictation.
Software Dragon Search dan Dictation ini memiliki sebagian kemampuan Siri untuk mengubah suara menjadi teks dan melakukan fungsi pencarian. Bedanya, kedua aplikasi ini dapat mengenali Bahasa Indonesia, dan puluhan bahasa serta dialek lainnya.
"Aplikasi ini memudahkan pengguna, sekaligus dapat mempersingkat 'perintah' hingga lima kali lebih cepat dibanding mengetik," ujar Stuart Sharpe, Senior Director, Asia Pasifik Nuance Communication di Jakarta, Selasa, 31 Januari 2012.

   Dragon Dictation merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengubah pesan suara menjadi pesan teks, dan dapat digunakan untuk mengirim SMS, email, status Facebook, atau Twitter.
Aplikasi ini juga memiliki fitur Auto Save yang berfungsi menyimpan teks yang telah diucapkan bila terdapat telepon masuk saat pengguna tengah mendikte.
Sementara Dragon Search adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian di Internet hanya dengan mengucapkan pertanyaan.
Dalam aplikasi ini terdapat fitur Dragon Search Carousel, semacam kolom berisi pilihan berbagai channel, seperti Google, Yahoo!, Twitter, iTunes, Wikipedia dan YouTube.
Dengan fitur ini, pengguna dapat mencari satu topik di berbagai channel hanya dengan mengklik tautan channel, tanpa perlu berulang kali mengetik kata kunci.
Sempat dicoba kedua aplikasi ini. Keduanya dapat mengenali banyak kata dengan baik. Hanya saja aplikasi ini masih kesulitan mengenali beberapa kata dengan pengucapan yang mirip seperti 'Bali' dan 'kembali'.
Aplikasi ini sudah dapat mengenali kata 'slank' yang sudah familiar sejak lama, seperti 'lebay', namun bahasa 'gaul' yang muncul belakangan masih susah dikenali aplikasi ini.
Untuk penulisan yang salah, pengguna dapat mengedit atau menambahkan kata yang telah disusun oleh aplikasi ini.
"Kosakata di aplikasi ini akan terus diperbarui. Apabila ada satu kata yang sering diucapkan tapi tidak dikenali oleh aplikasi ini, sistem akan mencatatnya untuk ditambahkan," ujar Koh Chee Keong, Solutions Consultant Nuance Communication menambahkan.
Saat ini aplikasi yang telah diluncurkan di 27 negara lain ini hanya tersedia untuk produk Apple, yaitu iPad, iPhone, dan iPod Touch yang menggunakan iOS 5. Saat ini keduanya dapat diunduh secara gratis di App Store.

RATNANING ASIH

Artis Hollywood pake Batik?

NYOMPU>Batik adalah karya asli budaya Indonesia. Batik juga merupakan salah satu motif kain terindah di dunia. Saking indahnya, sampai negara tetangga kita menyukai motif ini dan bahkan membuat batik dengan ciri khas mereka sendiri dengan nama Batik Malaysia. Tapi tetap saja yang terbaik adalah buatan negara kita. Ya nggak coy? :)

Batik sekarang sudah mendunia. Bukan hanya milik Indonesia, batik kini telah menjadi warisan dunia, dan bahkan telah menjadi trend fashion belakangan ini. Pernah lihat saya memakai batik? Eh, maaf salah. Pernah lihat para artis Hollywood memakai batik? Pernah dengar bahwa orang nomor satu di Afrika Selatan sangat mencintai batik? Foto-foto mereka yang memakai batik membuat mereka tampil aneh unik dan percaya diri, dan tentu saja membuat kita bangga. Siapa saja mereka?


1. Lenka memamerkan baju batiknya

2. Jessica Alba dengan kostum batik

3. Drew Barrymore dengan tas batik


4. Reese Witherspoon dengan batik berwarna ungu

5. Paris Hilton dengan long dress batik-nya

6. Rachel Bilson juga ikut memakai batik

Selain artis Hollywood diatas, ada juga pemimpin negara, pengusaha, rock star, dan olahragawan yang juga ikutan memakai batik: :)

6. Manchester United dalam salah satu iklan operator seluler

8. Bassist U2 menggunakan batik dalam konsernya

9. Bill Gates dengan batik

10. Pemimpin Afrika Selatan, Nelson Mandela yang mencintai batik

Bagus nggak coy? :D 
Orang luar negri aja mau + bangga dengan batik
KITA???