Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

10 Kata-kata untuk Bawa Sukacita Natal bagi Keluarga Anda

Secara tradisional, kisah Natal dapat berarti empat kata: Cinta, Damai, Harapan, dan Sukacita.
Daftar ini adalah tentang Sukacita Natal.

Pada akhir pekan, banyak orang mencoba untuk membeli  kebahagiaan untuk orang yang mereka cintai. Jadi apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kita bisa membawa Sukacita Natal untuk keluarga kita? Dan, bagaimana kita dapat menambahkan sedikit Cinta, Harapan, dan Perdamaian?
Pertimbangkan 10 kata-kata berikut untuk membawa Sukacita Natal untuk keluarga Anda.

1. Kedermawanan.
Itu selalu lebih menyenangkan dan lebih bermanfaat untuk memberi. Biarkan kemurahan hati menjadi keluarga Anda dengan-kata. "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangkan, dan yang dituangkan ke pangkuanmu. Karena dengan ukuran yang sama yang kamu gunakan untuk mengukur, akan diukurkan kembali kepadamu. "(Lukas 6:38)

2. Perdamaian.
Tuangkan setiap keputusan keluarga melalui kata "Diberkatilah mereka yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9)

3. Lainnya Pertama.

Masukan lain menjelang diri sebagai penyelesaian masalah yg rutin. Percayalah, Anda akan lebih bahagia juga. "Untuk menghormati Kristus, hendaklah kalian tunduk satu sama lain." (Efesus 5:21)

4. Harapan.
Cari rencana keluarga yang membawa harapan kepada orang lain di hari Natal ini. "Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan.." (Yeremia 29:11)

5. Iman.
Jangan lewatkan kebenaran umum tentang Natal. Pastikan pusat kegiatan keluarga Anda di sekitar komunitas iman. ". supaya imanmu tidak berdasar pada hikmat manusia, melainkan pada Allah" (1 korintus 2:5 )

6. Kisah.
Berbagi cerita dengan keluarga Anda sebagai perangkat dekorasi diri. Jangan melewatkan bagian yang paling penting dari Natal. "haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu  dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun" (Ulangan 6: 7)

7. Sukacita.
Pikirkan tentang sukacita sebagai hadiah Anda untuk dapat berbagi dengan orang lain. Mengingat mereka yang tidak tahu kebebasan, dan yang hidup dalam ketakutan. Berbagi kebahagiaan ini dengan membuka hati Anda untuk mereka yang menyedihkan. "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan;  saya akan mengatakan lagi, Bersukacitalah ". (Filipi 4: 4)

8. Perayaan.
Berencana setidaknya satu acara menyenangkan setiap minggu pada bulan Desember. Natal adalah perayaan, bukan tugas. Jangan biarkan kesibukan merusak menyenangkan. "Para gembala kembali sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala yang mereka dengar dan mereka lihat, seperti yang telah dikatakan kepada mereka." (Lukas 02:20)

9. Cinta.
Ketika The Beatles bernyanyi, "Tidak bisa membeli yang saya cintai," mereka tahu apa yang mereka bicarakan. Cinta adalah satu-satunya hadiah yang keluarga Anda inginkan dari Anda. "Dan di atas semua put ini pada cinta, yang mengikat semuanya bersama-sama dalam harmoni yang sempurna." (Kolose 3:14)

10. Janji.

Pastikan keluarga Anda tahu mereka bisa mengandalkan Anda. Bukan untuk hadiah, tidak hanya untuk bersenang-senang hari ini, tapi untuk masa depan. "Untuk janji adalah untuk Anda dan untuk anak-anak Anda dan bagi orang yang masih jauh, semua orang yang Tuhan Allah kita memanggil dirinya sendiri." (Kisah Para Rasul 2:29)

Merry Christmas For All !!!

Life so Unpredictable ;(

Inalilahiwainalilahirojun...


Hidup ini memang nggak bisa diprediksi men, dua hari yang lalu Pastor Yanto datang ke pastoran Pusat Damai, tempat dimana saya hidup berkomunitas selama dua minggu, beliau membawa kabar  bahwa kakek sepupu saya, kakek Jaelani yang tinggal di Sanggau meninggal dunia. 
Dua hari kemudian, saat saya duduk di samping gereja menunggu semua anak asrama putri masuk ke dalam gereja untuk misa pagi, pukul 05:15 Pastor Fritz Budmiger mendekati saya, ia mengabarkan kakek dalam persaudaraan Kapusin, Pastor Ewald Beck, OFMCap baru saja meninggal 5 menit yang lalu...
kembali ke komunitas Postulat, kurang dari seminggu setelah kematian Pater Ewald, ketika saya sedang kerja tangan membersihkan lingkungan sebelah kapel, Sdr. Teddy memanggil saya, Diakon Kristian mau bicara dengan saya, Diakon menyampaikan pesan dari Pastor Yanto bahwa bibi saya, istri dari abang ayah saya meninggal dunia. 
Sehari kemudian ketika ibadat harian kami terkejut ketika Pastor Egidius mendoakan ayah dari saudara kami Pastor Maximilian yang baru saja meninggal dunia pagi itu. 
Berselang beberapa hari kemudian, ada lagi seorang kakek dekat komplek kami yang meninggal dunia. 
Hari berikutnya meninggal pula Mgr Yohanes , Uskup Agung Semarang. 
Beberapa hari berikut lagi P. Martin Joni Minggulius, OFMCap juga Pak Amir

Berefleksi dari “kematian beruntun” yang baru terjadi ini, saya mulai menyadari bahwa hidup itu tidak bisa kita prediksi, hidup manusia itu dari Tuhan, oleh Tuhan dan hendaknya untuk Tuhan.

ENTAH KENAPA BULAN NOVEMBER INI BANYAK YANG PERGI, bulan arwah??

Manusia hidup memang untuk mati, tapi masalahnya.... apa yang sudah kamu buat selama hidup ???

Petrichor : Aroma Penyejuk Jiwa

Kamu pernah mencium bau tanah ketika hujan baru turun? Aroma teduh, aroma pengingat bahwa butir-butir air mulai turun. Aroma hujan, begitu aku menyebutnya. Aroma yang kuhirup dalam-dalam ketika masih bocah. Aroma yang terus mengingatkan aku pada masa itu, tiap kali aku menciumnya, sampai detik ini.

SURVEI : Bagaimana pandangan orang-orang terhadap tikung menikung ??



Tikung menikung sepertinya sedang menjadi tren saat ini. Tapi jangan salah dulu sahabat nyompu. Yang dimaksud bukan tikung menikung di sirkuit balap.

Cinta dan Persahabatan

Terispirasi dari lagu Zigas-Sahabat jadi cinta. Pada post kali ini nyompu akan membahas “ Cinta dan Persahabatan” sekaligus survey gimana sih pendapat orang terkait cinta dan persahabatan ini.

Tinta



Tinta...
Cairan kental kimia, yang meresap erat
Berwarna pekat, dalam balpoint dengan ujung yang tersekat
Kamu hanyalah sebagai zat cair, yang mengikuti bentuk wadahnya
Misalkan dalam pipa kapiler pulpen yang sempit
Membuatmu terhimpit terdaya oleh udara

Tinta...
Karyamu sesuai dengan mereka yang menggenggammu
Ada kalanya selembar kertas putih
Tercoret abstrak oleh goresan asal yang pipih
Tapi, ada saatnya menjadi lukisan indah proyeksi semesta nan rapih
Melengkapi tawa gembira di baju-baju putih
Setelah lewati ujian kelulusan yang buat letih
Mewarnai setiap lemper, kertas HVS yang keluar dari printer
Mendatangkan haru, saat terlihat tinta di atas materai
Dengan harapan semoga di masa depan tidak tercerai

Namun boleh pula membawa petaka
Saat keluar dari tubuh Gurita, pedih bila ia terkena mata
Saat macet di tengah ujian skripsi
Mengungkap gundah emosi yang sulit dideskripsi
Saat tertumpah mengenai lantai
Saat pewarna makanan mahal, tinta pun dipakai
Hingga bisa timbulkan bekas membiru
Saat di jari kelingking tanda ikut pemilu

Meski begitu, tinta selalu andil
Mewarnai setiap hari hari kita...
Biarlah tinta yang sudah terbubuh jangan sampai luntur..
Tinta, bertanggungjawablah
Atas coretan itu..
Sebab, kertas dulunya kosong..
Kini telah tertulis namanya..

Nyarumkop, Desember 2013
Seltinus Julio

Balasan Untuk Jatuh Cinta Diam-Diam




Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ‘emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak.
Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya.
Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya.
“Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”
“Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?”
“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang aku?”
“Mengapa dia mengenakan baju dengan warna seperti warna kesukaanku?”
“Mengapa dia menyanyikan lagu favoritku di lorong kelas tadi?”
“Ah, bagaimana bisa dia bercerita ke temannya baru saja menonton film yang sudah berkali-kali aku tonton karena aku sungguh menyukainya?”
“Apakah dia punya perasaan yang sama denganku?”

Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.
Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.
Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

Credit: Racikan Kata

Kepada kamu, Tolong Bangunkan aku


Kamu, yang masih terperangkap dalam kotak itu, kotak kenangan. Kotak Pandora yang tak pernah ingin kamu buka, tetapi sudah bisa membuatmu tersesat dengan hanya membayangkannya saja. Sejenak aku pikir akulah orang yang tepat menyelamatkanmu dari sana. Namun siapa orang paling sulit untuk ditolong? Orang yang tak mau ditolong.
Entahlah, ini antara kamu yang tak mau kutolong, atau malah kamu meminta tolong pada kenanganmu dari aku. Rasanya seperti tarik-menarik. Aku tarik kamu ke depan, tapi sepertinya kenanganmu lebih keras menarikmu ke belakang. Kadang aku melonggarkan genggamanku hanya demi menjaga tali antara aku, kamu, dan kenanganmu tak putus. Aku tak mau mendapati kamu terjatuh ke pusara kehampaan, tanpa aku. Di sisi lain, aku tak ingin kamu lepas.
Besok, ketika aku terbangun lagi, aku selalu penasaran. Sampai kapan kamu mau tinggal di sana? Aku sudah mengulurkan tangan, tangan penuh luka karena memperjuangkanmu.
Kamu, selalu menjadi sosok yang ingin kukibarkan di hati. Kuperjuangkan bebas dari rindu, apalagi sepi. Aku rela pasang badan menghadapi gengsi.
—

Kurasa, wajahmu terbuat dari racikan hujan pada jendela beserta embunnya. Dan jika aku melihatnya dalam sebuah perjalanan, tak ada rasa yang bisa menggambarkan selain kata.
—
Kamu, kapanpun kamu melihatku tertidur, entah karena terlalu lelah memperjuangkanmu, atau terlalu bosan menunggumu, jangan bangunkan aku. Kamu, tolong bangunkan aku, hanya ketika kamu sudah beranjak dari kenangan itu.

Credit: Racikan Kata

Maaf, Aku Tidak Sengaja!


Aku tidak sengaja jatuh cinta. Aku tidak sengaja mencuri-curi pandang ketika aku bersama kamu. Dan ketika kamu melihat ke arahku, aku tidak sengaja membuang pandanganku sejauh-jauhnya, lebih jauh dari rekor lempar lembing yang pernah tercipta, hanya untuk tetap menjaga kamu tidak tahu aku sedang memandangmu.
Aku tidak sengaja merasa senang berada dalam satu momen bersamamu. Aku tidak sengaja mengharapkan kamu ada ketika kamu dan aku tidak dalam ruang dan waktu yang sama. Celingukanku membuktikannya.
Aku tidak sengaja berharap semua barang yang kupinjamkan padamu tidak kamu kembalikan sekaligus. Aku tidak sengaja berharap kamu meminjam satu barang lagi dariku setiap kamu mengembalikan barang lainnya. Semuanya tidak sengaja beralasan agar kita tetap bertemu.
Aku tidak sengaja mengaktifkan phenylethylamine dari sistem limbik otakku saat dekat kamu. Dan itu memicu euphoria. Aku tidak sengaja sangat suka suara tawamu terhadap leluconku. Ketika kamu aku goda, aku tidak sengaja nyaman menerima cubitan manja kamu yang mendarat di perutku. Aku tidak sengaja panik jika kehabisan bahasan obrolan ketika aku berbincang dengan kamu. Rasanya dimensi waktu lari terbirit-birit jika aku sedang bersama kamu, seolah kebersamaan aku dan kamu begitu menakutkan bagi waktu.
Aku tidak sengaja menawarkan baju hangatku ketika kamu kedinginan. Ah, aku tidak sengaja terus membayangkan wangi parfummu yang tertinggal di baju hangatku. Terus menerus, hingga pagi menjelang, handphone-ku adalah yang pertama ku-check. Aku tidak sengaja kecewa jika ada SMS namun bukan kamu pengirimnya. Aku tidak sengaja khawatir jika tidak tahu kabarmu.
Demi Tuhan, aku tidak sengaja uring-uringan ketika kamu tidak ada di tempat biasanya ketika aku cari. Aku tidak sengaja mencari tahu banyak hal tentangmu.
Aku tidak sengaja jatuh cinta kepadamu. Aku tidak sengaja benci membayangkan ini semua hanya pesan yang gagal aku decode dengan baik. Pesan yang kamu kirimkan begitu rumit, atau alat pen-decode-ku yang kalut tertutupi canggung, takut, rindu, cemas, harap, dan kawan-kawannya?
Aku tidak sengaja menjadikanmu “karena” dalam setiap “mengapa” yang bermuara di benakku.
Maaf, aku tidak sengaja…
Kamu tidak harus sengaja untuk jatuh cinta.
*Dua teori yang pernah aku dengar: 1) Otak tidak bisa menerima kata ‘tidak’ 2) Tiada ketidaksengajaan di dunia ini.
–
ditulis setelah melewati bersama momen-momen berharga dalam hidup, untuk kamu.

Credit: Racikan Kata